Reconstructing Criminal Accountability of Children in Pornography Dissemination Cases
Case Study of Decision Number: 4/Pid.Sus-Anak/2024/PN Ktb
DOI:
https://doi.org/10.46257/jrh.v29i3.1383Keywords:
Best Interests of the Child, Children in Conflict with the Law, Juvenille Criminal Accountability, Juvenile Justice System, Pornography DisseminationAbstract
Globalization and advances in information technology, particularly the internet, have brought various conveniences while also generating new problems, including the rise of cybercrime. One emerging phenomenon is the involvement of children as perpetrators of criminal offenses, including the dissemination of child pornography. This study aims to describe and analyze the criminal accountability of children in pornography dissemination cases based on Decision Number: 4/Pid.Sus-Anak/2024/PN Ktb, as an effort to reconstruct the understanding of criminal accountability of children in conflict with the law. This research employs a qualitative method with a doctrinal legal research approach. The focus of the study is on the criminal accountability of children in pornography dissemination cases through an examination of Law Number 44 of 2008 on Pornography and Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System. The data used are secondary data obtained through library research and analyzed descriptively. The findings indicate that the criminal accountability of children in the case was based on the fulfillment of the elements of Article 29 of Law Number 44 of 2008. The child offender, aged 15 years, was proven to have disseminated pornographic content through social media. The judge considered the child legally capable of being held accountable and imposed a sentence of one year of imprisonment and three months of job training.
Downloads
References
1. Haryadi, M. (2024). “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Pornografi dalam Ruang Siber di Kota Balikpapan.” UNES Law Review, 6(4). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4
2. Aldriano, M. A. & Priyambodo, M. A. (2022). “Cyber Crime Dalam Sudut Pandang Hukum Pidana.” Jurnal Kewarganegaraan, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2947
3. Zein, A., & Rozali, C. (2024). Cyber Crime, Cyber Law dan Cyber War (Cetakan Pe.). Purbalingga: Eureka Media.
4. Santoso, S. (2014). Statistik Parametrik: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS (Edisi Revisi). PT Elex Media Komputindo.
5. Rantjalobo, S., Azisa, N., & Maskun, M. (2024). “Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pornografi Anak Dalam Hukum Positif Indonesia.” Gorontalo Law Review, 7(1). https://doi.org/10.32662/golrev.v7i1.2908
6. Haryadi, D. (2013). Kebijakan Integral; Penanggulangan Cyberporn Di Indonesia (Cetakan Pe.). Yogyakarta: Lima.
7. Muhaimin. (2020). Metode Penelitian Hukum (Cetakan Pe.). Mataram: Mataram University Press.
8. Nur Solikin. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian Hukum (Cetakan Pe.). Pasuruan: Qiara Media.
9. Widyastuti, T. V., Hamzani, A. I., & Aryani, F. D. (2024). Metodologi Penelitian dan Penulisan Bidang Ilmu Hukum; Teori dan Praktek (Cetakan Pe.). Medan: Media Penerbit Indonesia.
10. Nugroho, S. S., Haryani, A. T., & Farkhani. (2020). Metodologi Riset Hukum (Cetakan Pe.). Sukoharjo: Oase Pustaka.
11. Habibi, M. R., & Liviani, I. (2020). “Kejahatan Teknologi Informasi (Cyber Crime) dan Penanggulangannya dalam Sistem Hukum Indonesia.” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 23(2). https://doi.org/10.15642/alqanun.2020.23.2.400-426
12. Krisnalita, L. Y., & Rahayu, S. (2022). “Analisis Yuridis Mengenai Tindak Pidana Pornografi Secara Berlanjut.” Justice Voice, 1(2). https://doi.org/10.37893/jv.v1i2.187
13. Simorangkir, D. P., Widiarty, W. S., & Betlehn, A. (2024). “Tinjauan Hukum Bagi Pelaku Tindak Pidana Pornografi Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.” Jurnal Hukum To-Ra, 10(Special Issue). Retrieved from https://ejournal.fhuki.id/index.php/tora/article/view/468
14. Permana, D., Lubis, E., & Mawadi, H. (2022). “Implementasi Penegakan Hukum Tindak Pidana Pornografi Anak Melalui Media Sosial (Studi Kasus Putusan Nomor: 433/Pid.Sus/2020/PN.Dum)”, Jurnal Hukum Jurisdictie, 4(2). https://doi.org/10.34005/jhj.v4i2.145
15. Mubarok, N. (2019). Penanggulangan Pornografi dengan Pidana Denda. Sidoarjo: Kanzum Books.
16. Moha, A. P. N., & Rahaditya, R. (2024). “Perlindungan Hukum terhadap Anak sebagai Korban Tindak Pidana Pornografi dengan Modus Komunitas Game Online”, Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(1). https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.
17. Rizki, M., Harahap, I., dan Pardede, R. (2025). “Penerapan Hukum Terhadap Pelaku Penyebaran Konten Pornografi.” Collegium Studiosum Journal, 8(1) https://doi.org/10.56301/csj.v8i1.1710
18. Mustafa, L. O . A. (2024). Sistem Hukum Pidana Anak di Indonesia (Cetakan Pe.). Bandung: Widina Media Utama.
19. Hartono, B, Seftiniara, I. N., & Anggara, Y. T. (2024). “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Dengan Sengaja Mendistribusikan Konten yang Memiliki Muatan Asusila (Studi Putusan Nomor: 1062/Pid.Sus/2024/PN.Tjk)”, JAHE: Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi, 1(2). https://doi.org/10.57235/jahe.v1i2.3610
20. Alfitra. (2019). Hukum Acara Peradilan Anak Dalam Teori dan Praktek Di Indonesia (Cetakan Pe.). Ponorogo: Wade Group.
21. Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 44.
22. Widowati. (2024). Hukum Pidana Anak (Cetakan Pe.). Medan: Media Penerbit Indonesia.
23. Hermalinda, I, Amrizal, & Muksalmina. (2025). “Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Hukum Korban Penyebaran Video Pornografi Melalui Media Sosial.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum (JIMFH), 8(3). https://doi.org/10.29103/jimfh.v8i3.23103
24. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 1 angka 1.
25. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 1 angka 3.
26. Bariah, C (2024). Hukum Pidana Anak. Banten: Sada Kurnia Pustaka.
27. Hidayat, S., Haris, O. K., Herman, Handrawan, Sanib, S.S., & Tonga, G. T. V. (2022). “Perlindungan Hukum terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Pornografi dalam Proses Penyidikan; Legal Protection of Children as Perpetrators of Pornographic Crimes in the Investigation Process.” Halu Oleo Legal Research, 4(I). https://doi.org/10.33772/holresch.v5i2.310
28. Republik Indonesia. Undang‑Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 29.
29. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pasal 14 ayat (1) huruf a jo. Pasal 15 ayat (1) huruf g.
30. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Pasal 14 ayat (1) huruf b jo. Pasal 15 ayat (1) huruf g.
31. Fahririn, Yuherman, & Romandanti, N. W. (2023). “Pertanggungjawaban Pelaku Penyebarluasan Video Pribadi yang Mengandung Pornografi Melalui Media Sosial Twitter.” Jurnal Esensi Hukum, 5(2). https://doi.org/10.35586/jsh.v5i2.250
32. Ganny, D. M. P. (2025). “Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyebarluasan Konten Pornografi dengan Motif Balas Dendam Di Media Sosial.” Lex Crimen: Jurnal Fakultas Hukum Unsrat, 13(4). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/64059
33. Rosyadi, I. (2022). Hukum Pidana (Cetakan Pe.). Surabaya: Revka Prima Media.
34. Dewi, E. (2021). Sistem Peradilan Pidana Anak; Mewujudkan Kepastian Hukum Terbaik Bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Bandar Lampung: Pustaka Media.
35. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 69 dan Pasal 70.
36. Wakim, P. A. G., Adam, S., & Taufik, I. (2021). “Pemenuhan Hak Anak Korban Pornografi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.” TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 1(3). https://doi.org/10.47268/tatohi.v1i3.574
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bahrul Alim Wahid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



























































